Categories
Wordpress Series

Story Kumparan, Pemanfaatan UGC Untuk Publikasi

Ini adalah pengalaman pertama penulis menulis di UGC (user generated content), yaitu menulis di Media Daring Kumparan melalui Story Kumparan. Kiriman pertama, tentu saja ditolak, pede ya? Hahaha…

Daftar Isi

Story Kumparan

User Generated Content, seperti Story Kumparan, dapat dimanfaatkan untuk publikasi atau menulis kembali artikel yang dibuat di web lain agar lebih terkenal.

— Story Kumparan, Pemanfaatan UGC Untuk Publikasi
https://bptsi.unisayogya.ac.id/story-kumparan-pemanfaatan-ugc-untuk-publikasi/ 2021-01-31 11:50:34

Mudahnya Membuat Story di Kumparan

  1. Klik tombol Create Story
  2. Login, misalnya menggunakan single sign-on Google, tidak perlu memikirkan sudah daftar atau belum, karena jika belum terdaftar akan otomatis terdaftar
  3. Selamat menulis, happy writing :). Sebaiknya artikel didesain sekali terbit tanpa revisi.

Mudah, kan?!

membuat story di kumparan
membuat story di kumparan

Tips Publikasi Institusi Melalui Story

  1. Lengkapi profil
  2. Menulis institusi:
    • ambil kutipan dari web, kemudian tuliskan nama, gelar dan asal institusinya
    • beritakan kejadian yang lokasinya ada di institusi
    • beritakan kejadian yang melibatkan institusi, baik secara individu maupun secara institusi
  3. Tulis sesuatu yang dapat dijadikan sebagai rujukan di web institusi, sehingga dapat digunakan pada kalimat, seperti:
    • berdasarkan informasi yang didapatkan dari …
    • materi dan video dapat dilihat di …
    • Daftar Pustaka:

Kiriman Pertama: Ditolak!

tulisan pertama yang ditolak
tulisan pertama yang ditolak

Pada tulisan pertama, penulis terlalu naif dan lugu untuk memberikan tautan agar pembaca melakukan pada klik tautan yang penulis sertakan sehingga akan membuka web institusi. Setelah dipikir-pikir memang hal tersebut tidaklah elegan.

Revisi Pertama: Diterima, yay

Hari kedua, setelah 20 jam dari penolakan artikel pertama. Penulis merubah strategi, merubah artikel menjadi semacam cerita, seolah-olah sedang berbicara dengan seseorang. Judulnya pun diubah dari judul yang “formal” menjadi judul yang lebih “menyapa”.

Dalam revisi pertama ini, penulis tidak lagi termotivasi untuk memberi tautan, tapi menjabarkan apa yang ada di tautan tersebut dalam bahasa semacam dialog. Meskipun sebenarnya juga tidak harus demikian, formal-pun tidak apa-apa.

Terakhir, penulis meninggalkan identitas institusi di bagian daftar pustaka.

Berikut adalah revisi pertama yang diterima dari tulisan pertama yang ditolak https://kumparan.com/basit-adhi-prabowo-1612066912825311348/yuk-buat-kartu-isolasi-mandiri-secara-mandiri-1v5HlrLCZXI/full yang merupakan penulisan ulang dari https://update.unisayogya.ac.id/covid19/kartu-isolasi-mandiri/

Demikian, semoga bermanfaat. [bst]

By basit

Biro Pengembangan Teknologi Dan Sistem Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.