Categories
Berita PDSI

Melek Digital di Era Digital

Daftar Isi

Perspektif Islam Terhadap Digital

Teknologi digital menurut perspektif Islam merupakan bagian dari muamalah duniawiyah, sehingga menganut prinsip segala sesuatu boleh dilakukan selama tidak melanggar agama, kalau boleh ditambahkan juga tidak boleh melanggar hukum, norma, adat dan etika di mana dia berada.

Janganlah kita sama dengan sekuler, maksudnya bukan dalam perspektif kita tidak boleh meniru penggunaan digital karena banyak dikembangkan oleh non-muslim, tetapi dalam pespektif semestinya kita tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan (termasuk teknologi digital) dan iman (agama).

Tanda Kebesaran Allah

Bukankah Allah berfirman bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Tentu saja bukan hanya ilmu agama saja, tetapi termasuk ilmu pengetahuan. Bagaimana ilmu pengetahuan itu dapat membuktikan adanya (tanda-tanda kebesaran) Allah, bahwa semua yang terjadi begitu kompleks dan tidak mungkin terjadi seara kebetulan, kecuali ada yang menciptakan, yaitu Allah.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Fussilat 53

Akhir-akhir ini banyak bermunculan mukjizat Al Qur’an yang tidak dilihat oleh sahabat Nabi Muhammad SAW dan ulama-ulama terdahulu melalui perkembangan sains, antara lain setelah ditemukannya teknologi atom, sel, komputer dan sebagainya.

Zoom pada komputer dapat untuk menjelaskan bagaimana Allah menghamparkan bumi (untuk penganut bumi bulat) dengan cara simulasi, yaitu dengan cara membuat lingkaran kecil kemudian di-zoom, maka akan tampak garis lurus. Kalau untuk penganut bumi datar, maka tidak perlu disimulasikan karena sudah jelas terhampar seperti apa.

Perangkat lunak planetarium dapat digunakan untuk menjelaskan firman Allah tentang bagaimana bumi dan matahari dapat dihitung (hisab) dengan cara simulasi. Selain itu, banyak juga perangkat lunak untuk melakukan penghitungan gerak bulan dan matahari (lunar soft) yang perhitungannya relatif akurat. Oleh karena itu, beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah menggunakan hisab untuk membuat kalender hijriah menggunakan hisab wujudul hilal dan jadwal sholat.

Kamera merupakan tiruan dari mata manusia yang merupakan satu bagian dari sistem tubuh manusia yang begitu kompleks. Sebagai gambaran, resolusi mata manusia adalah 324 Mega Piksel pada sudut 900, 576 Mega Piksel pada sudut 1800 dan dapat menangkap hingga 10 juta warna, sedangkan kamera sampai tulisan ini dibuat baru sampai sekitar 75 Mega Piksel.

Memori merupakan tiruan dari otak manusia dalam konteks penyimpanan ingatan. Sebagai gambaran, otak manusia memiliki kapasitas sekitar 2,5 PB (2,6 juta GB) dan dapat melakukan pencarian ingatan secara instan. Namun, hal yang menakjubkan adalah otak dan seluruh tubuh manusia itu bermula dari pertemuan 2 buah sel. Nah, bagaimana 2 sel itu menyimpan informasi agar dapat digunakan sebagai panduan untuk mereplikasi diri hingga menjadi bayi yang sempurna, bermilyar-milyar bayi lagi?

Kecerdasan buatan (AI) dan robot merupakan tiruan dari manusia. Manusia berusaha semaksimal mungkin membuat benda mati menjadi seperti manusia, tetapi tidak akan pernah bisa karena manusia tidak memiliki pengetahuan tentang ruh.

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

Al Isra’ 85

Manusia hanya penemu, yaitu merubah sesuatu menjadi sesuatu yang lain (things to another things), sedangkan Allah adalah pencipta, yaitu membuat sesuatu dari ketiadaan (nothing to things).

Pelajaran Nabi Yunus AS

Nabi Yunus AS mengajak kaum Ninawa kepada tauhid dan memperingatkan akan azab Allah. Singkatnya kaum Ninawa menolak setelah sekian lama Nabi Yunus AS berdakwah dan Nabi Yunus AS meninggalkan mereka. Setelah itu kaum Ninawa melihat awan hitam yang sangat pekar dan bertaubat.

Seperti yang kita ketahui bersama, paus menelan Nabi Yunus AS. Nabi Yunus AS sangat menyesali telah meninggalkan kaumnya dan berdo’a Laa ilaa ha illaa anta subhanaka inni kuntu minadhdholimin.

Dari kisah Nabi Yunus AS tersebut dapat dipetik pelajaran bahwa jangan ada kaum atau golongan yang ditinggalkan dari dakwah.

Muhammadiyah sebagai ormas dakwah amar ma’ruf nahi munkar selain berdakwah kepada masyarakat umum juga berdakwah kepada kaum difabel, kaum marginal (LGBT, PSK, dll), dhu’afa dan mustadh’afin.

Oleh karena itu, semua media harus disasar oleh dakwah, jangan meninggalkan meta verse, jangan meninggalkan media-media sosial, televisi dan media lainnya.

By basit

Biro Pengembangan Teknologi Dan Sistem Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.