Categories
Pengumuman

Hud-hud

Burung Hud-hud (Upupa epops) menempati posisi istimewa dalam sejarah peradaban Islam. Bukan sekadar unggas dengan jambul yang indah, ia digambarkan sebagai “prajurit intelijen” Nabi Sulaiman AS yang cerdas.

Dan dia memeriksa burung-burung, lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), …

— An-Naml [27]: 20-22
https://bptsi.unisayogya.ac.id/hud-hud/ 2026-03-31 18:39:00

Daftar Isi

Kisah Hud-hud dalam Surah An-Naml

Rangkaian kisah ini merupakan salah satu narasi paling ikonik dalam Al-Qur’an tentang komunikasi manusia dengan hewan:

Ayat 20-22 bercerita tentang keberadaan fisik Hud-hud di hadapan Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS melakukan inspeksi pasukan dan menyadari absennya Hud-hud. Beliau memberikan peringatan tegas akan kedisiplinan pasukannya. Hud-hud kembali dan memberikan pernyataan pembuka yang berani: “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui.” Ia membawa berita dari Negeri Saba’.

Ayat 23-25 bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Hud-hud memberikan laporan detail tentang Ratu Balqis, singgasananya yang besar, dan keprihatinannya melihat kaum tersebut menyembah matahari, bukan Allah. Hud-hud menegaskan tentang keesaan Allah, Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung.

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan beberapa poin penting:

Kecerdasan Hewan: Hud-hud diberikan kelebihan oleh Allah untuk memahami situasi sosiopolitik dan akidah sebuah bangsa.

Kejujuran Berita: Kalimat “Naba’un Yaqin” (berita yang meyakinkan) menunjukkan bahwa Hud-hud adalah saksi mata yang akurat.

Insting Tauhid: Ibnu Katsir menyoroti keheranan (inkar) Hud-hud saat melihat manusia bersujud kepada matahari. Hal ini menunjukkan bahwa secara fitrah, setiap makhluk hidup seharusnya hanya tunduk secara total kepada Penciptanya (Allah), bukan kepada sesama makhluk.

Genetika Hud-hud

Berdasarkan data sitogenetika, burung Hud-hud (Upupa epops) memiliki 63 pasang kromosom dengan total 126 kromosom.

Dalam Surah An-Naml, fragmen pembuka yang membahas keberadaan Hud-hud dalam barisan Nabi Sulaiman AS terletak pada tiga ayat, yaitu 20, 21, dan 22. Menariknya, jika nomor ketiga ayat tersebut dijumlahkan (20+21+22), hasilnya adalah 63.

Ada harmoni yang indah antara teks dan realitas penciptaan. Penjumlahan nomor ayat pada fragmen pertama kisah Hud-hud (20+21+22) menghasilkan angka 63, yang secara sains merupakan jumlah pasangan kromosom burung tersebut.

By basit

Biro Pengembangan Teknologi Dan Sistem Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.